14 Mei 2011
Tips Membuat link berkedip bintang
Oke sahabat kali ini kita akan bahas tentang tips membuat link berkedip bintang ketika kursor melintas
langsung saja silahkan sobat lakukan langkah-langkah berikut:
Klik pada Design
Edit HTML
Cari kode berikut:
</head>
kemudian letakan kode berikut tepat diatas kode
</head>
lalu simpan..
langsung saja silahkan sobat lakukan langkah-langkah berikut:
Klik pada Design
Edit HTML
Cari kode berikut:
</head>
kemudian letakan kode berikut tepat diatas kode
</head>
lalu simpan..
13 Mei 2011
Tema Nokia E63 ; Themes Nokia E63 free download
Tema Nokia E63 Gratis download tema free Tema Nokia 6260 Slide Themes Nokia N97 Themes Sony Ericsson T700 Themes Nokia 6208c Themes Nokia 2700 classic Themes Sony Ericsson G705 Themes Motorola EM30 Themes Nokia 6303 classic Themes Sony Ericsson W705 Themes Nokia 6700 classic Themes Sony Ericsson W715
1 Mei 2011
MENGATASI WABAH ULAT BULU
Fenomena teror ulat bulu merebak ke sejumlah daerah di Indonesia. Ternyata musibah ini juga pernah terjadi di beberapa negara maju di dunia, termasuk USA. Beberapa laporan ilmiah di jurnal Internasional mencatat wabah serupa pertama kali terjadi di New Mexico, USA pada tahun 1981. Saat itu terajadi wabah serangan ulat bulu jenis Hemileuca nevadensis. Wabah yang lebih hebat terjadi di daerah San Antonio, Texas USA pada tahun 1923 karena serangan ulat bulu jenis Megalopyge opercularis yang menyebabkan gejala klinis lebih berat. Wabah saat itu bahkan memaksa pemerintah negara bagian San Antonio, Texas untuk meliburkan sekolah dasar dan menengah selama beberapa hari. Pemerintah negara bagian Texas cepat tanggap dan segera melakukan penatalaksanaan untuk mengatasi masalah ini. Program sukses, wabah pun hilang. Ulat bulu-ulat bulu ini ternyata tidak kapok, populasi mereka meledak kembali pada tahun 1951 di Galvestone, Texas. Sekali lagi karena telah belajar dari masalah terdahulu, pemerintah sukses mengatasi wabah ini dengan baik.
Fenomena ulat bulu yang tidak akan dilupakan masyarakat USA sampai sekarang adalah wabah Lymantria dispar pada tahun 1980′an. Mereka menyebut ulat bulu jenis ini dengan Gypsy moth. Wabah ini sangat fenomenal karena terjadi bertahun-tahun. Penanganan ulat bulu jenis ini tergolong sulit. Musim semi di USA merupakan musim ulat bulu meledakkan jumlah populasinya. Walaupun berhasil dibabat populasi ulat ini pada tahun 1982, tapi populasi ulat bulu ini meledak lagi pada tahun 1983. Berkat penelitian intensif, wabah ulat bulu ini berhasil diselesaikan pada tahun 1984. Warga Amerika yang berusia dewasa tua pasti tidak dapat melupakan kengerian wabah ini.
Penyakit yang disebabkan karena ulat bulu, di dunia kedokteran dikenal sebagai Caterpillars Dermatitis (radang kulit karena ulat bulu). Gejalanya khas, biasanya ditandai dengan kulit yang bentol-bentol berwarna merah (mirip biduren) pada wajah, tangan, kaki, dan leher bagian belakang yang dekat dengan kerah baju. Keluhan yang dominan biasanya adalah rasa gatal yang terus-menerus. Pada penderita Caterpillars Dermatitis biasanya matanya berair dan ada radang kemerahan di kedua matanya. Apabila bulu-bulu ulat yang terbang bersama angin terhirup oleh hidung kita, komplikasi yang paling mungkin terjadi adalah sesak nafas karena penyempitan jalan nafas (bronchospasm). Kalau sudah dalam stadium tersebut (sesak nafas) segera bawa penderita tersebut ke pusat pelayanan kesehatan terdekat (saya sarankan ke UGD RS).
Gatal kulit dan berbagai keluhan yang terkait dengan wabah ulat bulu memang disebabkan “bulu beracun” yang ada disekujur tubuh sang ulat. Setelah diteliti dengan seksama oleh dr. PM Gilmer, “bulu beracun” memang mengandung racun yang dapat memecah fibrin (fibrinolysis protease) dalam tubuh. “Bulu beracun” tersebut memang berfungsi sebagai alat pelindung ulat bulu dari serangan para pemangsanya. Saat “bulu beracun” tersebut menempel di kulit manusia, sistem imun tubuh akan meresponnya dengan reaksi radang sehingga kulit kita berwarna merah. Selain itu reaksi tersebut akan memicu pemecahan sel mast yang berakibat pada pelepasan sejumlah molekul histamin di tubuh, sehingga kita merasa gatal. Pada orang yang mempunyai kulit yang sangat sensitif terhadap “bulu beracun” dapat terjadi penyulit yang sangat berbahaya: asma akut. Yang lebih parah bila bulu-bulu beracun tersebut sampai masuk ke dalam aliran darah kita, maka dapat terjadi perdarahan yang berkepanjangan, perdarahan otak dan gagal ginjal akut.
Ada beberapa cara sederhana yang dapat anda lakukan apabila terkena “bulu beracun”. Pertama, cucilah kulit kemerahan yang terkena “bulu beracun” dengan air mengalir dan jangan lupa disabun. Cara tersebut bermanfaat untuk menghilangkan “bulu beracun” yang menempel ditubuh anda. Kedua, jangan pernah menyentuh atau menggaruk kulit kemerahan tersebut, karena akan mempermudah memperluas keradangan atau bahkan membuat “bulu beracun” dapat dengan mudah menembus pembuluh darah anda. Ketiga, setelah dicuci maka segera keringkan dengan hair dryer. Jangan mengeringkan dengan handuk karena “bulu beracun” dapat menempel di handuk anda dan tertular ke orang lain yang menggunakan handuk yang sama. Keempat, dinginkan kulit yang kemerahan tadi dengan kompres es secukupnya. Kelima, anda dapat minum antihistamin oral, saya sarankan CTM 4 mg (karena murah dan dijual bebas) dengan dosis dewasa 3 tablet sehari. Kalau anda tidak ingin mendapatkan efek ngantuk CTM, anda bisa minum tablet Loratadin 10 mg, dengan dosis satu tablet satu hari. Keenam, anda dapat mengoleskan salep kortikosteroid bila area kulit yang kemerahan tidak terlalu luas, saya sarankan menggunakan salep hidrokortison bila gatal pada daerah wajah atau salep deksametason bila gatal di daerah tangan dan kaki. Ketujuh, bila disertai rasa sesak nafas segera hubungi RS terdekat.
Referensi & gambar
1. Murtiastutik, Dwi dkk. 2010. Atlas Penyakit Kulit dan Kelamin Dep./SMF Kesehatan Kulit dan Kelamin FK. UNAIR/RSUD Dr. Soetomo. Surabaya: Airlangga University Press
2. Diaz, JH. 2005. The Evolving Global Epidemiology, Syndromic Classification, Management and Prevention of Caterpillar Envenoming. American Journal of tropical Medicine and Hygiene. hal 347-357
3. http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/11/108657_wabah-ulat-bulu-di-bali_300_225.jpg
Fenomena ulat bulu yang tidak akan dilupakan masyarakat USA sampai sekarang adalah wabah Lymantria dispar pada tahun 1980′an. Mereka menyebut ulat bulu jenis ini dengan Gypsy moth. Wabah ini sangat fenomenal karena terjadi bertahun-tahun. Penanganan ulat bulu jenis ini tergolong sulit. Musim semi di USA merupakan musim ulat bulu meledakkan jumlah populasinya. Walaupun berhasil dibabat populasi ulat ini pada tahun 1982, tapi populasi ulat bulu ini meledak lagi pada tahun 1983. Berkat penelitian intensif, wabah ulat bulu ini berhasil diselesaikan pada tahun 1984. Warga Amerika yang berusia dewasa tua pasti tidak dapat melupakan kengerian wabah ini.
Penyakit yang disebabkan karena ulat bulu, di dunia kedokteran dikenal sebagai Caterpillars Dermatitis (radang kulit karena ulat bulu). Gejalanya khas, biasanya ditandai dengan kulit yang bentol-bentol berwarna merah (mirip biduren) pada wajah, tangan, kaki, dan leher bagian belakang yang dekat dengan kerah baju. Keluhan yang dominan biasanya adalah rasa gatal yang terus-menerus. Pada penderita Caterpillars Dermatitis biasanya matanya berair dan ada radang kemerahan di kedua matanya. Apabila bulu-bulu ulat yang terbang bersama angin terhirup oleh hidung kita, komplikasi yang paling mungkin terjadi adalah sesak nafas karena penyempitan jalan nafas (bronchospasm). Kalau sudah dalam stadium tersebut (sesak nafas) segera bawa penderita tersebut ke pusat pelayanan kesehatan terdekat (saya sarankan ke UGD RS).
Gatal kulit dan berbagai keluhan yang terkait dengan wabah ulat bulu memang disebabkan “bulu beracun” yang ada disekujur tubuh sang ulat. Setelah diteliti dengan seksama oleh dr. PM Gilmer, “bulu beracun” memang mengandung racun yang dapat memecah fibrin (fibrinolysis protease) dalam tubuh. “Bulu beracun” tersebut memang berfungsi sebagai alat pelindung ulat bulu dari serangan para pemangsanya. Saat “bulu beracun” tersebut menempel di kulit manusia, sistem imun tubuh akan meresponnya dengan reaksi radang sehingga kulit kita berwarna merah. Selain itu reaksi tersebut akan memicu pemecahan sel mast yang berakibat pada pelepasan sejumlah molekul histamin di tubuh, sehingga kita merasa gatal. Pada orang yang mempunyai kulit yang sangat sensitif terhadap “bulu beracun” dapat terjadi penyulit yang sangat berbahaya: asma akut. Yang lebih parah bila bulu-bulu beracun tersebut sampai masuk ke dalam aliran darah kita, maka dapat terjadi perdarahan yang berkepanjangan, perdarahan otak dan gagal ginjal akut.
Ada beberapa cara sederhana yang dapat anda lakukan apabila terkena “bulu beracun”. Pertama, cucilah kulit kemerahan yang terkena “bulu beracun” dengan air mengalir dan jangan lupa disabun. Cara tersebut bermanfaat untuk menghilangkan “bulu beracun” yang menempel ditubuh anda. Kedua, jangan pernah menyentuh atau menggaruk kulit kemerahan tersebut, karena akan mempermudah memperluas keradangan atau bahkan membuat “bulu beracun” dapat dengan mudah menembus pembuluh darah anda. Ketiga, setelah dicuci maka segera keringkan dengan hair dryer. Jangan mengeringkan dengan handuk karena “bulu beracun” dapat menempel di handuk anda dan tertular ke orang lain yang menggunakan handuk yang sama. Keempat, dinginkan kulit yang kemerahan tadi dengan kompres es secukupnya. Kelima, anda dapat minum antihistamin oral, saya sarankan CTM 4 mg (karena murah dan dijual bebas) dengan dosis dewasa 3 tablet sehari. Kalau anda tidak ingin mendapatkan efek ngantuk CTM, anda bisa minum tablet Loratadin 10 mg, dengan dosis satu tablet satu hari. Keenam, anda dapat mengoleskan salep kortikosteroid bila area kulit yang kemerahan tidak terlalu luas, saya sarankan menggunakan salep hidrokortison bila gatal pada daerah wajah atau salep deksametason bila gatal di daerah tangan dan kaki. Ketujuh, bila disertai rasa sesak nafas segera hubungi RS terdekat.
Referensi & gambar
1. Murtiastutik, Dwi dkk. 2010. Atlas Penyakit Kulit dan Kelamin Dep./SMF Kesehatan Kulit dan Kelamin FK. UNAIR/RSUD Dr. Soetomo. Surabaya: Airlangga University Press
2. Diaz, JH. 2005. The Evolving Global Epidemiology, Syndromic Classification, Management and Prevention of Caterpillar Envenoming. American Journal of tropical Medicine and Hygiene. hal 347-357
3. http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/11/108657_wabah-ulat-bulu-di-bali_300_225.jpg
WABAH ULAT BULU
Wabah ulat bulu sudah mulai menyebar dimana -mana mulai dari probolinggo lantas menyebar hingga ke Beberapa kota di Jawa Timur seperti Malang, Pasuruan, Lamongan, dan Bojonegoro.
Tidak hanya berhenti disitu saja ulat bulu juga mampir di kota-kota besar seperti jakarta,bandung
Mengenal Ulat Bulu. Ulat bulu yang kini menjadi wabah di sejumlah daerah diduga berasal dari jenis Arctornis sp. dan Lymantria marginalis (di Jawa Timur), Cyana veronata (Yogyakarta), dan Daychera indusa (Kendal, Jawa Tengah).
Genus Lymantria dan Arctornis merupakan sekumpulan hewan ngengat (moth) anggota famili Lymantriidae. Sedang Cyana veronata merupakan anggota famili Arctiidae yang juga biasa disebut sebagai ngengat. Hewan ini sejenis dengan kupu-kupu (sama-sama anggota Ordo Lepidoptera) namun umumnya beraktifitas di malam hari (hewan nokturnal). Salah satu siklus hidup hewan ini adalah menjadi ulat bulu.
Ngengat mengalami metamorfosis sempurna (hemimetabolisme) yang siklus hidupnya terdiri atas telur, ulat bulu, kepompong (pupa atau chrysalis), hingga menjadi ngengat dewasa yang dapat terbang. Jumlah spesies ngengat dan kupu-kupu diperkirakan mencapai ribuan spesies. Di Indonesia saja diperkirakan ada sekitar 600-an spesies.
Kenapa wabah ulat bulu menggila?. Populasi ulat bulu biasanya akan mengalami peningkatan pada musim-musim pancaroba menjelang datangnya musim kemarau. Meskipun mengalami peningkatan tetapi populasinya biasanya masih dalam taraf ‘wajar’. Lalu apa yang menjadi penyebab ulat bulu itu mewabah seperti sekarang?.
Sedangkan populasi ulat bulu yang menggila dan jadi wabah di sejumlah daerah di Indonesia saat ini dimungkinkan oleh beberapa sebab. Penyebab pertama adalah faktor meningkatnya temperatur lingkungan akibat perubahan cuaca ekstrem dan perubahan iklim. Temperatur yang meningkat dapat mempercepat siklus hidup ulat bulu yang semula membutuhkan waktu 4-7 minggu menjadi kurang dari 4 minggu. Siklus hidup ulat berawal dari telur, kepompong, menjadi ulat bulu dan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Tingkat kelembapan yang tinggi juga mengakibatkan sejumlah parasit yang menjadi predator alami ulat bulu tidak mampu bertahan hidup dan mengontrol populasi ulat bulu.
Penyebab kedua adalah terganggunya keseimbangan alam akibat semakin berkurangnya predator ulat bulu. Predator alami ulat bulu di antaranya adalah beberapa jenis burung seperti kutilang, perenjak (famili Cisticolidae dan Sylviidae) dan jalak, kelelawar dan serangga lainnya. Juga sejumlah parasitoid yang menyerang kepompong ulat bulu.
Penyebab lainnya, yang juga menjadi penyebab tidak langsung menggilanya wabah ulat bulu adalah pembudidayaan jenis pohon yang semakin homogen atau seragam. Padahal keanekaragaman jenis tanaman dan pergiliran pola tanam sangat berperan dalam menjaga rantai makanan sehingga predator hama pengganggu tanaman tetap hidup dan mampu membasmi hama pengganggu tanaman secara alami.
Dan kini akibat keseimbangan alam yang terganggu, sang ulat bulu sebagai salah satu fase metamorfosis ngengat menjadi wabah menggila yang menebarkan ancaman di sejumlah daerah di Indonesia.
Tidak hanya berhenti disitu saja ulat bulu juga mampir di kota-kota besar seperti jakarta,bandung
Mengenal Ulat Bulu. Ulat bulu yang kini menjadi wabah di sejumlah daerah diduga berasal dari jenis Arctornis sp. dan Lymantria marginalis (di Jawa Timur), Cyana veronata (Yogyakarta), dan Daychera indusa (Kendal, Jawa Tengah).
Genus Lymantria dan Arctornis merupakan sekumpulan hewan ngengat (moth) anggota famili Lymantriidae. Sedang Cyana veronata merupakan anggota famili Arctiidae yang juga biasa disebut sebagai ngengat. Hewan ini sejenis dengan kupu-kupu (sama-sama anggota Ordo Lepidoptera) namun umumnya beraktifitas di malam hari (hewan nokturnal). Salah satu siklus hidup hewan ini adalah menjadi ulat bulu.
Ngengat mengalami metamorfosis sempurna (hemimetabolisme) yang siklus hidupnya terdiri atas telur, ulat bulu, kepompong (pupa atau chrysalis), hingga menjadi ngengat dewasa yang dapat terbang. Jumlah spesies ngengat dan kupu-kupu diperkirakan mencapai ribuan spesies. Di Indonesia saja diperkirakan ada sekitar 600-an spesies.
Kenapa wabah ulat bulu menggila?. Populasi ulat bulu biasanya akan mengalami peningkatan pada musim-musim pancaroba menjelang datangnya musim kemarau. Meskipun mengalami peningkatan tetapi populasinya biasanya masih dalam taraf ‘wajar’. Lalu apa yang menjadi penyebab ulat bulu itu mewabah seperti sekarang?.
Sedangkan populasi ulat bulu yang menggila dan jadi wabah di sejumlah daerah di Indonesia saat ini dimungkinkan oleh beberapa sebab. Penyebab pertama adalah faktor meningkatnya temperatur lingkungan akibat perubahan cuaca ekstrem dan perubahan iklim. Temperatur yang meningkat dapat mempercepat siklus hidup ulat bulu yang semula membutuhkan waktu 4-7 minggu menjadi kurang dari 4 minggu. Siklus hidup ulat berawal dari telur, kepompong, menjadi ulat bulu dan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Tingkat kelembapan yang tinggi juga mengakibatkan sejumlah parasit yang menjadi predator alami ulat bulu tidak mampu bertahan hidup dan mengontrol populasi ulat bulu.
Penyebab kedua adalah terganggunya keseimbangan alam akibat semakin berkurangnya predator ulat bulu. Predator alami ulat bulu di antaranya adalah beberapa jenis burung seperti kutilang, perenjak (famili Cisticolidae dan Sylviidae) dan jalak, kelelawar dan serangga lainnya. Juga sejumlah parasitoid yang menyerang kepompong ulat bulu.
Penyebab lainnya, yang juga menjadi penyebab tidak langsung menggilanya wabah ulat bulu adalah pembudidayaan jenis pohon yang semakin homogen atau seragam. Padahal keanekaragaman jenis tanaman dan pergiliran pola tanam sangat berperan dalam menjaga rantai makanan sehingga predator hama pengganggu tanaman tetap hidup dan mampu membasmi hama pengganggu tanaman secara alami.
Dan kini akibat keseimbangan alam yang terganggu, sang ulat bulu sebagai salah satu fase metamorfosis ngengat menjadi wabah menggila yang menebarkan ancaman di sejumlah daerah di Indonesia.
Referensi dan gambar:
- www.antaranews.com/berita/252986/wabah-ulat-bulu-akibat-populasi-predator-berkurang
- en.wikipedia.org/wiki/Lymantriidae
- en.wikipedia.org/wiki/Moth
- kompas.com (gambar ulat bulu)
- http://alamendah.wordpress.com
Langganan:
Postingan (Atom)



